Kamis, 21 Agustus 2014

Pagi

Pagi..
Saat aku terbangun dari tidurku aku masih terhanyut dalam kesedihaku. Sedih.. entah mengapa itu yang aku rasakan.
"Mengapa kamu bersedih?", tanya ibu. Lihatlah awan dan matahari disana yang ceria menyambut datangnya pagi ini. Harusnya kamu sama seperti matahari itu yang ceria dan selalu menyinari bumi. Ayo senyum.. ayo senyum. Seketika itu juga aku langsung tersenyum mendengar perkataan ibu. Terima kasih ibu yang selalu bisa membuat aku tersenyum dan melupakan kesedihanku.

Awan

Sore tadi saya berjalan-jalan dengan adik saya menikmati angin sepoi-sepoi yang menghembus hamparan persawahan. Kemudian kami melihat ke langit yang disertai awan. Seperti anak yang lainnya dia mengatakan "Kak, lihat itu ada awan yang berbentuk Naga". Kemudian terjadi perbincangan antara kami berdua.
Seketika saya teringat mengenai cerita filosofi awan. Awan yang dengan bentuknya selalu memiliki filosofi.


Awan karena bentuknya yang selalu berubah-ubah harus rela luruh menjadi rintik hujan. Bentuk awan selalu mengikuti hukum alam yang ada. Ia jatuh ke sungai, mengalir ke laut, kemudian menguap ke langit dan kembali lagi menjadi awan. Bukankah titik hujan tak pernah bertanya, kenapa mereka harus meninggalkan tata langit saat jatuh membasahi bukit.


Pelajaran apa yang dapat kita petik dari filosofi tersebut?

Titik air, seperti sebuah usaha yang dilakukan dari berbagai fenomena baik atau buruk, perlahan namun pasti akan menyentuh koridornya yaitu Sang Waktu. Setiap insan pasti mengetahui titik-titik yang mereka kumpulkan dan akan mengenali hujan yang ia bentuk. Entah itu hujan kebaikan, hujan kebatilan, hujan buah karya, hujan buah cinta, maupun hujan yang mereka namai sendiri. Jangan pernah bermain-main dengan setiap apa yang telah kamu lakukan. Titik-titik air itu pasti akan kembali padamu bersamaan dengan hujan dan hadirnya Sang Waktu.

Jumat, 01 Agustus 2014

Gapailah Terus Citamu Nak

Setiap orang tua pasti mempunyai harapan.
Setiap orang tua pasti menginginkan yang terbaik untuk anaknya dan juga yang bisa membuat anaknya bahagia.
Setiap manusia pasti mempunyai cita-cita dan harapan.
Setiap manusia pasti menginginkan untuk dapat terwujud cita-citanya.
Dan ketika itu pula setiap orang tua selalu berkata dalam hatinya "Gapailah Terus Cita-citamu Nak".
Cita-cita yang membuatmu pergi ketempat yang lebih baik, ketempat yang dapat membuatmu tersenyum saat waktunya tiba.
Saat waktunya tiba? kapan waktu itu tiba?
Manusia pastilah tidak tahu kapan waktu itu tiba, tetapi manusia haruslah terus berusaha.
"Gapailah Terus Cita-citamu Nak" kalimat tersebut diucapkan orang tua untuk memberikan semangat agar dapat terus berusaha dan tidak akan putus asa.

Geodesi? Apa itu geodesi?



Biasanya saat pertama kali orang mendengar kata geodesi maka banyak sekali pertanyaan yang muncul dibenak mereka. beberapa contoh pertanyaan tersebut misalnya:
1. Geodesi itu apa?
--> Geodesi adalah disiplin ilmu yang mempelajari tentang pengukuran dan perepresentasian dari bumi dan benda-benda langit lainnya, termasuk medan gaya beratnya masing-masing, dalam ruang tiga dimensi yang berubah dengan waktu.(Menurut IAG [Rinner, 1979]).Representasi dari bumi berupa peta analog atau peta digital.

2.  Siapakah yang membutuhkan lulusan teknik geodesi?
--> Lulusan teknik geodesi dibutuhkan diberbagai bidang yang membutuhkan data tentang posisi baik posisi spasial maupun non spasial. Lulusan geodesi banyak yang telah bekerja pada bidang pertambangan dan perminyakan, BPN, LAPAN, dll.

3. Kapan geodesi itu dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari?
-->
Hampir setiap orang yang ditanyakan kepada orang lain adalah mengenai posisi, misalnya sekarang posisi kamu dimana? sedang ada dimana? Dimana lokasi rumah si A? dll. Masih banyak pertanyaan mengenai posisi. Sehingga informasi mengenai posisi sangatlah penting. Teknik geodesi mengukur posisi suatu benda diatas permukaan bumi dan menghitung berapa koordinat posisi benda tersebut seperti x, y, dan z. Di google map dan GPS pun kita memerlukan koordinat untuk menentukan suatu posisi benda maupun daerah.


4.  Jurusan teknik geodesi terdapat di Universitas mana saja?
--> Jurusan teknik geodesi di Indonesia hanya terdapat beberapa di Universitas yaitu
  a. UGM
  b. ITB
  c. ITS
  d. Undip
  e. ITERA
  f. Itenas
  g. Poliban
  h. UPB
  i. ITN Malang
  
5. Mengapa geodesi jarang dikenal orang padahal memiliki potensi yang besar?
--> Orang geodesi bekerja dibalik layar, itulah mengapa geodesi jarang dikenal oleh orang-orang. Sebelum kita membuat sebuah jalan, jembatan, membangun gedung, serta membuat bendungan orang geodesi melakukan survei untuk tempat-tempat tersebut. Orang geodesi membuat peta situasi yang mewakili situasi daerah atau tempat tersebut. Barulah kemudian orang sipil yang merancang bangunan yang akan dibuat. Dan perlu kita ketahui saat orang melihat sebuah bangunan pertanyaan yang sering dilontarkan pasti "Siapa arsiteknya?" jarang kita mendengar "Siapa surveyornya?".

6. Bagaimana prospek kerja Jurusan teknik geodesi?
--> Lulusan Teknik Geodesi mampu menerapkan dan mengembangkan iptek yang berbasis pada peralatan modern geodesi dan geomatika, seperti melakukan survey, remote sensing, pengukuran variabel geodesi dan geomatika dan mengolah data informasi kebumian untuk kepentingan pemetaan dan penyusunan sistem informasi.
Lulusan Teknik Geodesi menjadi pionir dalam survey investigasi suatu proyek/pekerjaan sipil skala besar maupun kecil, misalnya pembukaan penambangan migas di darat/hutan atau di lautan samudera, infrastruktur jalan, irigasi, gedung-gedung, jaringan rel KA, bandara dan lain-lain. Umumnya setiap pekerjaan sipil sederhana (skala besar/kecil) menyangkut dengan permukaan bumi baik kedalamannya (galian) maupun ketinggiannya (timbunan) melibatkan bidang ini atau tim surveyor geodesi. Secara garis besar, lulusan Teknik Geodesi dapat bekerja di berbagai bidang yaitu :
a. Lembaga Pemerintahan (Badan Pertanahan Nasional, Badan Koordinasi Survey dan Pemetaan Nasional, Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional, Bappeda, Departemen Pertambangan dan Energi, Departemen Kehutanan, Departemen Perhubungan, Kimpraswil, Departemen PU, Bappeda, Bappenas, Pertambangan, BPN, Bakosurtanal, Lembaga Riset (BPPT, LIPI), dan lain-lain).
b. Industri Swasta (Surveyor Indonesia, PT Aneka Tambang, PT Timah, Freeport, Pertamina, Caltex, Total Indonesia, Slhumberger, Kontraktor Bangunan (WiKa, Konsultan Teknik, dan lain-lain).

-feminine nan naturalis-

Suara kaki kuda bergema tatkala feminine nan naturalis menyajikan rasa yang membangkitkan jiwa dibalut lelehan dorama kehidupan dan bertabur emosi sanubari yang memaniskan rasa dikemas kelezatan tanpa banyak bicara. Mengikutinya dalam diam sambil menghirup baunya di angin dan tanpa sadar air mata jernih(ku) mengalir bersama yang lainnya.

  -feminine nan naturalis-
sang jiwa tanpa banyak bicara dan absurd